Kerja Hibrida Tetap Bergantung pada Kualitas Last Mile
29 SEPTEMBER 2024

Kerja hibrida memindahkan aplikasi ke cloud, tetapi keluhan tetap datang dari kantor cabang. Panggilan video atau desktop virtual bermasalah, sementara pemantauan pusat data terlihat sehat. Penyebabnya sering kali last mile: kapasitas unggah terlalu kecil, kehilangan paket pada jalur akses, atau jitter yang tidak dapat diatasi VPN.
Akses internet dedicated merupakan jawaban bagi perusahaan saat kantor cabang harus bekerja seperti kantor utama. Broadband dapat memadai untuk lokasi lebih kecil apabila kapasitas unggah dan tingkat berbagi bandwidth sesuai dengan aplikasi yang digunakan. Kantor di rumah dengan broadband konsumen tidak akan setara dengan jalur DIA. Jelaskan hal ini saat menyusun kebijakan, alih-alih menghabiskan sebulan mencari masalah pada VPN.
L2 atau L3 VPN, maupun SD-WAN pada dua koneksi, menghubungkan cabang dengan bagian lain perusahaan. Split tunnel mengarahkan sebagian trafik langsung ke cloud dan sebagian kembali ke kantor pusat. Pengaturan ini hanya membantu jika pembagiannya telah dirancang. Interkoneksi cloud memberikan jalur yang lebih terarah ketika beban kerja berada pada cloud tertentu, termasuk platform mitra hyperscaler seperti Tencent Cloud. Interkoneksi tidak memperbaiki koneksi cabang yang lemah. Fungsinya memperbaiki jalur setelah trafik keluar dari cabang.
Hal yang perlu diukur di lokasi sebelum menyalahkan aplikasi: kecepatan unduh dan unggah, kehilangan paket, serta latensi ke gateway VPN dan region cloud yang benar-benar digunakan. IDEANET dapat menyediakan koneksi, CPE, dan VPN. Penyedia aplikasi tetap bertanggung jawab atas aplikasinya. Pisahkan kedua tanggung jawab tersebut dalam rancangan.






